Wisata Jambi yang Horor

Bulu Kuduk Berdiri Wisata Jambi yang Horor

Jambi adalah salah satunya daerah di Pulau Sumatra yang termasuk maju, kecuali Medan dan Palembang dengan berbaga tempat Wisata Horor.

Tujuan wisatanya juga bermacam, hingga selalu memikat buat ditelusuri. Ada pegunungan, danau, air terjun, sampai situs monumental, semua ada.

Wisata Jambi yang Horor

Dibalik eksotismenya, beberapa tempat rekreasi di Jambi populer dengan cerita angkernya dengan wisata horor yang akan membuat anda begidik, lho.

Salah satunya seperti beberapa tujuan di Jambi dengan panorama cantiknya. Tetapi dikenali dengan narasi mistiknya yang membuat bergidik dengan Wisata Horor Jambi.

  • Penduduk di tempat pernah mendapati buaya mati di seputar Danau Sipin. Buaya itu dipercaya selaku jelmaan Putri Ayu, turunan pertama Raja Jambi yang raib

Buaya air tawar Sinyulong (Tomistoma schlegelii) sejauh dua mtr. yang diketemukan mati terjebak dijaring ikan punya petani di Danau Sipin, Kota Jambi, dipendamkan di seputar penyemayaman Putri Ayu yang dikeramatkan masyarakat di tempat.

Baca Juga: Bukti Kejayaan Rajasthan di Masa Lalu

Kepala Balai Pelestarian Sumber Daya Alam (BKSDA) Propinsi Jambi Didy Wurdjanto di Jambi), menjelaskan, buaya itu dipendam di seputar penyemayaman Putri Ayu (Putri turunan raja pertama Jambi yang pimpin Kerajaan Jambi beberapa ratus tahun kemarin) sebab masyarakat memandang buaya itu jelmaan Putri Ayu.

Buaya itu awalnya terjebak dijaring ikan petani di danau yang serupa, sesaat tempat penyemayaman umum yang penyemayaman Putri Ayu ada di bantaran danau hingga masyarakat menyangkutkan buaya itu ialah jelmaan Putri Ayu. Saat ketangkap pertamanya kali, masyarakat di tempat banyak menyaksikan keganjilan pada buaya itu, diantaranya diketemukan wujud seperti gelang membalut di badan buaya, lalu masyarakat melepas buaya itu kembali pada danau.

Warga Jambi tiap tahun atau pada hari-hari spesifik atau di hari baik dan bulan baik selalu meluangkan berziarah di pusara Putri Ayu sebab dalam legenda warga memandang makam itu sakral dan dapat memberikan keselamatan, rejeki, jodoh, dan lain-lain.

Buaya Sinyulong punyai moncong lonjong cukup keputihan hingga jadi salah satunya maskot Jambi sesudah harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae).

  • Air Terjun Pancuran Rayo populer dengan dogma tujuh bidadarinya.

Posisi persisnya di Dusun Pulau tengah, Kecamatan Keliling Danau. Dari pusat ke arah posisi perlu waktu kurang lebih 2,5 jam.  Air terjun itu membuat hujan embun karena ketinggiannya, dan kolam pemandian alam yang unik dan menarik

Posisinya baik untuk spot spot photo atau berselfei dengan dihias batu besar di tepi air Terjun.

Menurut keyakinan masyarakat di tempat, konon pada 5000 tahun kemarin, air terjun Pulau tengah itu sesungguhnya tempat pemandian 7 Bidadari.  Dan sampai saat ini tempat itu masih kerap nampak figur wanita elok berpakaian merah. Di situ kerap orang salah jalan, sebab terbuai dengan keelokan bidadari, yang makin kita mendekati, ia makin menjauh,” bebernya Peri, salah seorang masyarakat Pulau tengah.

Di tahun 1980 lalu, pernah seorang mendapati kain selendang bidadari tingal di atas batu besar di bawah air terjun itu.

Narasi mistik yang lain yang berkembang dalam masyarakat, pada jaman penjajahan Belanda dahulu ada seorang pemuda yang namanya Sultan Malik tinggal di air terjun itu sepanjang 43 tahun. Dahulunya, ia pernah mencerita kan bahawa air terjun itu punyai pintu ajaib. Tetapi kita susah untuk masuk di dalam, sebab air nya yang paling kuat, begitupun angin, hingga susah untuk masuk di dalam.

  • Candi Muara Jambi

Situs purbakala Candi Muaro Jambi ialah lokasi yang harus didatangi jika singgah ke Propinsi Jambi. Selaku fans rekreasi yang bau mistis dan riwayat, saya tidak melepaskan peluang untuk bertandang ke situ, waktu ke Jambi beberapa lalu.

Posisi situs Muaro Jambi tidak begitu jauh dari pusat perkotaan, atau cuman seputar 26 km. Jika kita naik mobil, memerlukan waktu tidak sampai 1/2 jam. Didampingi oleh Ihsan, teman yang tinggal di Jambi, saya dan mas Dwi Mukti telusuri jalan riwayat itu.

Setelah tiba di kompleks Candi Muaro Jambi, saya benar-benar terkesima. Tidak cuma menyaksikan satu sinyal atau lambang kebesaran Nusantara di periode lalu, tetapi saya rasakan situasi mistis yang kental dan semburat dari balik dinding-dinding Candi, yang dibuat dari tanah liat (batu bata) itu. Mas Dwi bahkan juga rasakan “semriwing” wewangian bunga dan getar mistik di situ.

Hingga saat ini, mistis mengenai di mana pusat kerajaan Sriwijaya belum juga terjawab. Tetapi kehadiran Situs Muaro Jambi jadi satu panduan akan kebesaran Kerajaan Sriwijaya pada Era 7 sampai 14. Catatan dari I-Tsing, seorang pendeta Budha yang pengembara pada jaman Dinasti Ming, mengatakan jika dia sudah bertandang ke Sriwijaya dan menetap sepanjang enam bulan,

Beberapa sejarawan mengaitkan jika lokasi yang diartikan oleh I-Tsing itu ialah Sriwijaya, kemungkinan besar itu kompleks Candi Muaro Jambi.

Catatan I-Tsing itu sampai sekarang ini masih disimpan di kuil-kuil Buddha, baik di Tiongkok, India, dan beberapa negara Asia Tenggara. Waktu berkeliling-keliling tempat kompleks, kami berjumpa dengan 3 orang pendeta Buddha dari Thailand. Mereka berbicara jika bertandang di Muaro Jambi ialah satu perjalanan ziarah suci yang pantas dikerjakan. Di candi itu, saya lihat beberapa pendeta itu lakukan seperti ritus, dan berfoto dengan pengunjung.

  • Danau Gunung Tujuh

Dibalik daya tariknya yang memikat, Danau Gunung Tujuh simpan beberapa narasi misteri. Susah ditunjukkan kebenarannya, tetapi lagi dipercaya warga Kerinci. Salah satunya yang tersering dikatakan ialah kehadiran orang pendek.

Warga seputar sering mengatakan ‘Orang Pandak’. Figur yang tidak dapat ditegaskan kehadirannya ini kabarnya mempunyai tinggi seputar 50 cm dan mempunyai telapak kaki kebalik. Antiknya kembali, muka Orang Pendek ini diperhitungkan adalah gabungan orang utan dan manusia.

Beberapa pendaki akui sering menemui orang pendek ambil makanan yang ketinggalan di luar tenda. Sayang demikian berasa nampak manusia, figur itu lari cepat sekali dan lenyap. Telah ada banyak riset lapangan untuk menunjukkan kebenaran narasi ini, tetapi hasilnya kosong.

Sampai sekarang cerita berkenaan orang pendek lagi diperdengarkan. Walau tidak dapat ditunjukkan, narasi ini seakan jadi daya magnet tertentu di Danau Gunung Tujuh.

Air Terjun Tegan Kiri populer dengan suara tangisan gadis kecil. Pengunjung akui dengarnya samar-samar bersatu dengan deru air

Turunan dari mereka yang mendapati air terjun ini lah yang sekarang mengawasinya. Mereka terbagi dalam 2 (dua) keluarga, yaitu keluarga penjaga pintu masuk dan penjaga parkirkan.

Walau warga seputar kerap dengar suara gadis menangis, tapi tak pernah terganggu oleh apa saja terhitung dari sumber suara itu.

Menurut warga seputar, dahulunya di posisi air terjun ini pernah tumbuh bunga bangkai. Pernah peristiwa ada dua orang anak gadis yang wafat misteri waktu menggenggam bunga bangkai itu, karena itu sesudah peristiwa itu teritori Air Terjun Tegan Kiri ini kerap kedengar suara tangisan. Hingga warga sekelilingnya berasumsi suara tangisan pada air terjun ini ialah suara tangisan roh gadis itu.

Gunung Masurai dan Danau Kumbang.

Masurai ialah gunung yang jarang-jarang di sentuh. Ini benar ada dulu masurai ialah gunung yang jarang-jarang didatangi pendaki dalam setahun cuman beberapa saja tim yang lakukan pendakian kesini, jangankan untuk menyingkat waktu pendakian untuk ke arah pintu rimba saja pendaki harus buka lajur dengan parang sebab lajur yang umum di lalui sudah tertutup semak, dan sering beberapa pendaki harus berputar-putar beberapa saat di kebun warga lokal untuk cari pintu rimba bahkan juga ada yang frustasi dan kembali pada pos pendakian di dusun.

Danau kumbang dan danau mabok ialah dua danau besar di pucuk masurai danau kumbang dipercayai selaku rumah makhluk lembut penunggu masurai tetapi saya percaya ini tetap harus kita menjaga supaya kita tidak melakukan perbuatan yang melangar etika di Gunung masurai, di saat pendakian dahulu rekan saya mimpi seperti menyaksikan 2 orang putri yang keluar dari danau tetapi anda bisa yakin atau mungkin tidak danau kumbang jadi rumah harimau Kumbang penunggu Masurai, sesaat danau mabok jarang-jarang di datangi pendaki nama danau mabok dibuat sebab lajur ke arah danau membuat pendaki jadi mabok sebab lajurnya berputar-putar dan seharusnya ke sini dengan leader yang eksper.

Itu beberapa tempat rekreasi di Jambi dengan cerita angkernya yang membuat bergidik. Meskipun begitu, keelokannya masih harus buat kamu telusuri, lho. Tempat yang mana pernah kamu kunjungi?